Wasiat Qais bin ‘Ashim Kepada Putra-putranya

12 Feb

Beliau radhiallahu’anhu berkata:

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan jadikanlah orang tertua diantara kalian sebagai pemimpin. Sungguh apabila suatu kaum mengangkat orang yang tertua mereka sebagai pemimpin niscaya pemimpin tersebut akan menggantikan peran orang tua mereka dalam memberikan/melakukan terbaik bagi mereka. Jikalau orang termudanya yang dijadikan sebagai pemimpin yang ditaati tentu akan menyebabkan berkurangnya penghormatan terhadap orang-orangtuanya, berakibat pada pembodohan mereka, peremehan dan sikap tidak merasa butuh terhadap orang-orang tua tersebut.

Hendaklah kalian memiliki harta dan mengembangkannya melalui pekerjaan dan usaha yang baik, karena hal itu akan menjadikan kalian memiliki kemuliaan serta kedudukan tinggi serta mencukupkan kalian dari meminta-minta. Hati-hatilah kalian jangan sampai mengemis kepada manusia, karena hal itu merupakan batasan terakhir dari usaha seseorang. Jika aku mati, janganlah kalian melakukan niyahah (meratap), sebab Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidaklah diniyahahi. Jika aku mati kuburkanlah ditanah yang tidak diketahui  oleh Bani Bakr Bin Wail, karena dimasa jahiliyah dulu, aku pernah menyerang mereka secara tiba-tiba pada saat mereka lengah”.

(Syarh Shahih al Adab al Mufrad hal. 457)

Sumber: Majalah asy Syari’ah, hal: 1, Edisi: Vol. V/No50/1430 H/2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: