Adakah Nasyid Islami ?

20 Aug

Syaikh Fauzan berkata dalam kitabnya “al Khuthabul min bariyah (3/184-185) pada tahun 1411H” :

Dan masalah yang perlu diperingtakan tentangnya apa yang banyak diedarakan para pemuda yang memiliki semangat dalam beragama yaitu kaset-kaset rekaman nasyid-nasyid dengan suara kur atau menyanyikan lagu bersama-sama, yang mereka namakan nasyid islami. Ia pada dasarnya merupakan satu jenis  lagu-lagu, yang terkadang dilakukan dengan suara yang mengundang fitnah, dan dijual dietalse-etalase kaset rekaman,bersama kaset alquran dan ceramah-ceramah keagaaman. Penamaan nasyid-nasyid ini dengan nasyid islami adalah penamaan yang tidak benar karena islam sama sekali tidak mensyari’atkan kepada kita nasyid-nasyid melainkan hanya mensyariatkan dzikrullah, tilawah alquran dan mempelajari ilmu yang bermanfaat. Adapun nasyid-nasyid tersebut adalah bagian dari agama sufi yang bid’ah yang menjadikan agama sebagai senda gurau dan permainan. Dan mengambil nasid-nasyid sebagai bagian dari agama terdapat padanya unsur tasyabbuh terhadap orang-orang nashrani yang menjadikan agama mereka dengan suara-suara kur dan dan lagu-lagu yang disertai alat music. Yang wajib adalah mewaspadai nasyid-nasyid ini, tidak menjual dan mengedarkannya ,terlebih lagi atas apa yang dikandung nasyid-nasyid ini yang membakar api fitnah, dengan luapan semangat tanpa perhitungan matang dan penghasutan terhadap kaum  muslimin.

Orang yang mengedarkan nasyid-nasyid ini terkadang berdalil, bahwa pernah disanandungkan syair-syair disisi Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam. Diamana beliau mendengarkan dan tidak melarangnya.

Jawabannya adalah:

Bahwa syair-syair yang disenandungkan disisi Rasulullah shallahu’alaihi wasallam tidak disenandungkan dengan suara kur dengan bentuk lagu atau nyanyian. Dan tidak dinamakan dengan nasyid islami . ia hanya sebatas syair-syair arab aynng mengandung hikmah-hikmah, contoh-contoh tauladan, sifat berani dan mulia. Dan para shahabat  meneyenandungkannya sendiri-sendiri, tidak dengan suara kur disebabkan kandungan makna-makna yang ada padanya. Mereka meneyenandungkan sebagian syair-syair  ketika melakukan pekerjaan yang meletihkan seperti membangun bangunan dan perjalanan malam saat safar. Maka ini menunjukkan atas bolehnya nasyid jenis demikian dalam keadaan khusus seperti ini. Bukan untuk diambil sebagai metode atau sarana pengajaran dari ilmu-ilmu pendidikan dan dakwah sebagaimana yang terjadi saat ini. Dimana para penuntut ilmu atau pelajar didektekan ansyid-nasyid tersebut. Lalu dikatakan sebagai nasyid islami atau senandung keagaaman. Ini adalah perbuatan bid’ah dalam agama, dan termasuk bagian agama sufi yang bid’ah. Merekalah yang terkenal mengambil nasid-nasyid sebagai agama. Maka wajib memberikan peringatan keras terhadap makar ini dan tidak menjual kaset-kaset rekamannya karena keburukan itu dimulai dari hal yang ringan kemudian menyebar dan bertambah banyak jika tidak segera menghilangkannya diawal kemunculan.

Ditulis ulang dari rekaman “Sehari Bersama Rodja”, Kumpulan Fatwa-fatwa Ulama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: