Archive | Tazkiyatunnufus RSS feed for this section

Marah

13 Mar

‘Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Telah beruntung orang yang dijaga dari hawa nafsu, kemarahan dan ketamakan.”

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata: “Kemarahan itu adalah kunci dari segala macam kejelekan”.

Dikatakan kepada Ibnul Mubarak rahimahullah: “Himpunkanlah untuk kami akhlak-akhlak yang baik dalam satu kata!” beliau rahimahullah mengatakan: “Menjauhi marah”. (Jami’ul ‘Uluw wal Hikam, hal. 372,379).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Kemarahan itu membinasakan. Dia mampu merusak akal sebagaimana khamr mampu menghilangkan kesadaran.”(An Nubdzah fi Adabi Thalabil ‘Ilmi hal. 155)

Sumber: Majalah Asy Syariah, hal. 1, edisi: Vol v/No. 57/1431 H/2010

Ujian Hakiki

19 Feb

Oleh: Ustadz Firanda Andirja Abidin hafidzahullah

Sebagian orang tatkala berada dihadapan orang lain maka ia mampu dengan mudahnya meninggalkan kemaksiatan, bahkan ia mampu untuk menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Ia mampu melaksanakan itu semua meskipun ia berada di tengah-tengah kondisi masyarakat yang tenggelam dalam lautan kemaksiatan. Ini adalah suatu kemuliaan karena ia bisa menghadapi ujian dengan baik sehingga terhindar dari kemaksiatan. Namun ingat sesungguhnya bukan ini ujian yang sebenarnya.

Allah telah melarang para hambanya untuk bermaksiat kepadaNya baik secara terang-terangan atau tatkala ia bersendirian tatkala tidak ada orang lain yang melihatnya. Seseorang yang mencegah dirinya dari melakukan kemaksiatan dihadapan khalayak tentunya berbeda dengan orang yang mencegah dirinya dari melakukan kemaksiatan tatkala ia bersendirian. Sesungguhnya ujian yang hakiki adalah ujian yang dihadapi seorang hamba tatkala ia sedang bersendirian kemudian tersedia dihadapannya sarana dan prasarana serta kemudahan baginya untuk melakukan kemaksiatan, apakah ia mampu mencegah dirinya dari kemaksiatan tersebut??. Inilah ujian yang hakiki, ujian yang sangat berat, beruntunglah bagi mereka yang bisa selamat dari ujian ini.

Ketahuliah…, orang yang mampu menghindarkan dirinya dari kemaksiatan tatkala dihadapan orang lain namun ia terjerumus dalam kemaksiatan tatkala ia sedang bersendirian merupakan orang yang tercela. Selanjutnya>>>

Akibat Kebiasaan Banyak Makan

3 Feb

Diantara sebab terbesar yang membantu seseorang untuk tetap giat menuntu ilmu, memahaminya dan tidak jemu adalah memakaa sedikit dari sesuatu yang halal.

Al Imam Asy Syafi’I rahimahullah berkata: “Aku tidak pernah kenyang  semenjak 16 tahun lalu. Karena banyak makan akan menyebabkan banyak minum, sedangkan banyak minum akan membangkitkan keinginan untuk tidur, menyebabkan kebodohan dan menurunnya kemampuan berpikir, lemah semangatnya serta malasnya badan. Ini belum termasuk makruhnya banyak makan dari tinjauan syariat dan timbulnya penyakit jasmani yang membahayakan”.

Sebagaimana dikatakan oleh sebuah syair:


فَإنّ الدَّاءَ اَكثَرَ مَاتَرَاهُ


يَكُونُ مِنَ الطّعَامِ أَوِ الشَّرَابِ

Sesungguhnya penyakit, kebanyakan yang engkau lihat

Terjadi karena makan atau minuman.

Seandainya tidak ada keburukan dari banyak makan dan minum kecuali menyebabkan sering ke toilet. Hal itu sudah cukup bagi orang yang berakal dan cerdas untuk menjaga diri darinya. Barangsiapoa yang menginginkan keberhasilan menuntut ilmu dan mendapatkan bekal hidup dalam ilmu, namun disertai banyak makan dan minum serta tidur, sungguh dia mengusahakan sesuatua yang mustahil menurut kebiasaan.

Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, hal. 73-74. Al Imam Badrudin Muhammad bin Ibrahim bin Sa’dillah bin Jamaah Al Kinani rahimahullah dengan beberapa perubahan.

Sumber: Majalah Asy Syariah, hal. 1, edisi: vol. V/No. 56/1431H/2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.