Saatnya Kita Mengetahuinya

Download Kitab Karya Ulama Abad Ini

Posted by: Ummu Fathimah on: 8 February 2010

Bismillah, berikut ini adalah link download kitab-kitab karangan ulama ahlusunnah, semoga bermanfaat bagi kita semua.

1. Syaikh Muhammad Ibnu Shalih al Utsaimin rahimahullah

2. Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albaniy rahimahullah

Tanya: Assalamu’alaikum. Ustadz,apa hukum menggendong bayi yang memakai diapers saat shalat? Mohon penjelasan beserta dalilnya, jazakumullahu khairan. (Ummu Fathimah)

Jawab:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin, washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasulillaah khairil anbiyaa’I wal mursaliin wa ‘alaa ‘aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’du:
Apabila diapers tersebut suci maka tidak ada masalah menggendong bayi tersebut ketika shalat. Namun apabila di dalamnya ada najis, maka para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah orang shalat membawa najis yang tertutup tidak di tempat asalnya (perut), misalnya orang shalat membawa botol yang berisi najis. Sebagian ulama berpendapat shalatnya sah karena najisnya tidak keluar, adapun yang lain mengatakan tidak sah karena dia membawa najis yang tidak dimaafkan di luar tempat asalnya (yaitu perut).(Lihat Al-Bahr Ar-Raa’iq 1/240, Al-Majmu’ 3/157, Al-Mughny 2/467-468). Selanjutnya>>>

Akibat Kebiasaan Banyak Makan

Posted by: Ummu Fathimah on: 3 February 2010

Diantara sebab terbesar yang membantu seseorang untuk tetap giat menuntu ilmu, memahaminya dan tidak jemu adalah memakaa sedikit dari sesuatu yang halal.

Al Imam Asy Syafi’I rahimahullah berkata: “Aku tidak pernah kenyang  semenjak 16 tahun lalu. Karena banyak makan akan menyebabkan banyak minum, sedangkan banyak minum akan membangkitkan keinginan untuk tidur, menyebabkan kebodohan dan menurunnya kemampuan berpikir, lemah semangatnya serta malasnya badan. Ini belum termasuk makruhnya banyak makan dari tinjauan syariat dan timbulnya penyakit jasmani yang membahayakan”.

Sebagaimana dikatakan oleh sebuah syair:


فَإنّ الدَّاءَ اَكثَرَ مَاتَرَاهُ


يَكُونُ مِنَ الطّعَامِ أَوِ الشَّرَابِ

Sesungguhnya penyakit, kebanyakan yang engkau lihat

Terjadi karena makan atau minuman.

Seandainya tidak ada keburukan dari banyak makan dan minum kecuali menyebabkan sering ke toilet. Hal itu sudah cukup bagi orang yang berakal dan cerdas untuk menjaga diri darinya. Barangsiapoa yang menginginkan keberhasilan menuntut ilmu dan mendapatkan bekal hidup dalam ilmu, namun disertai banyak makan dan minum serta tidur, sungguh dia mengusahakan sesuatua yang mustahil menurut kebiasaan.

Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, hal. 73-74. Al Imam Badrudin Muhammad bin Ibrahim bin Sa’dillah bin Jamaah Al Kinani rahimahullah dengan beberapa perubahan.

Sumber: Majalah Asy Syariah, hal. 1, edisi: vol. V/No. 56/1431H/2009

Hadits-hadits Dhoif dalam Hisnul Muslim

Posted by: Ummu Fathimah on: 30 January 2010

Syarat  Menggunakan hadits dhoif dalam keutamaan amal

Berikut ini tiga syarat penting diperbolehkannya beramal dengan hadits-hadits dha’if dalam keutamaan amal:

- Hadits itu tidak maudlu’ (palsu).
- Orang yang mengamalkannya mengetahui bahwa hadits itu adalah dha’if.
- Tidak mendakwahkan kepada orang lain untuk beramal dengannya.

(Tamamul Minnah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Hal 36, Maktabah As Syamilah) Selanjutnya>>>

Ibnul Qayyim Mengingatkanmu Tentang Tiga Kata

Posted by: Ummu Fathimah on: 28 January 2010

Beliau rahimahullah berkata:

Hendaknya setiap orang berhati-hati agar tidak menyombongkan diri dengan kata “أنا” (saya) “لى”(milikku) “عندى”(disisiku).

Karena dengan ketiga kata diatas Allah Ta’ala menguji Iblis, Fir’aun dan Qarun.

Adapun kata أنا terdaptat pada perkataan Iblis:


{أنَا خَيْرٌ مِنْهُ}

“Aku lebih baik dari dirinya (Adam)”

Kata لى pada perkataan Fir’aun:


{لِى مُلْكُ مِصْرَ}

“Kerajaan Mesir adalah milikku”

Kata عندى pada perkataan Qarun:


{إنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِى}

“Aku diberi (kekayaan) semata-mata karena ilmu yang ada pada diriku”

Akan tetapi yang pantas bagi seorang hamba hendaknya dia mengatakan,

Kata أنا seperti dalam kalimat:


أنا العبدُ المذنب، المخطئ، المستغفر،المعترِف

“Aku adalah seorang hamba yang pebuh dengan dosa, orang yang bersalah, orang yang selalu memohon ampun (atas dosa-dosanya), orang yang mengakui (kesalahannya) ”

Adapun kata لى, seperti:


لى الذنب، ولى الجُرم، ولى المسكنةُ، ولى الفقرُ والذل

“Dosa-dosa itu adalah milikku, kesalahan itu adalah milikku, kemiskinan itu adalah milikku, faqir dan hina itu adalah milikku”

Adapun kata عندى seperti pada kalimat


اغْفِرْ لى جِدِّى، وَهَزْلِىوخَطَئِى، وَعَمْدِى، وَكُلُّ ذلِكَ عِنْدِى


“Ya Allah berikanlah ampunan padaku atas ketergesa-gesaanku, kelemahanku, kesalahanku dan kesengajaanku dan semua itu ada pada diriku”.

-Zaadul Ma’aad Juz ke 2-

Sumber: http://www.ibnalqayem.com/article/2-selected-articles/188-69.html

Ya Allah ampunilah kesalahan-kesalahanku, sesungguhnya Engkaulah Yang menerima taubat dan Maha Penyayang.

Al Faqirah ila Rabbiha,

Ummu Fathimah

Bakti Seorang Ulama Buta pada Ibundanya

Posted by: Ummu Fathimah on: 13 January 2010

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian yang luas:

1.Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah dikenal hanya sedikit pergi haji.Sebabnya adalah tidak adanya persetujuan ibundanya rahimahallah.Beliau mulai berhaji lagi sejak Ibunya lemah ingatannnya dan bercampurnya sebagian hal sehingga menjadi  memberikan izin baginya untuk pergi haji. Selanjutnya>>>

Download Ebook dan PDF

Posted by: Ummu Fathimah on: 13 January 2010

Bismillah, berikut ini adalah bermacam-macam Ebook dan PDF yang sangat bermanfaat. Untuk download silahkankan klik disini

Info Kajian: Menanti Buah Hati (Surabaya, 27 Desember 2009)

Posted by: Ummu Fathimah on: 23 December 2009

Pengajian Umum: MENANTI BUAH HATI (Surabaya, 27 Desember 2009)

Hari & Tanggal:
Ahad, 27 Desember 2009

Waktu:
09:00 – selesai

Tempat:
Masjid Mujahidin
(Jl. Perak Barat no. 275, Surabaya)

Informasi:
Haris 081332080018/03170773818

Fiqih Kurban (4): Harus Baca Basmalah

Posted by: Ummu Fathimah on: 2 December 2009

Telah lalu disampaikan syarat kedua dan ketiga dalam penyembelihan yang syar’i dan ini kelanjutannya,

Syarat Keempat: Menyebut Nama Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman menjelaskan syarat keempat ini dalam Al Qur’an yang berbunyi:

فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَكْسِبُونَ الْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوا يَقْتَرِفُونَ وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

“Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. Dan janganlah kamu mamakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu;dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik” (QS. al An’am [6]: 118-121) Baca Selanjutnya>>>

Fiqih Kurban (3): Alat dan Bagian Yang Disembelih

Posted by: Ummu Fathimah on: 30 November 2009

Telah lalu dipaparkan syarat pertama dalam penyembelihan secara syar’i. Sekarang akan dijelaskan syarat kedua.

Syarat Kedua: Syarat yang Berhubungan dengan Alat Potong atau Alat  Sembelih

Syarat yang berhubungan dengan alat potong atau alat sembelih ada dua:

Pertama: Alat sembelih harus tajam, memotong atau menyobek dengan ketajamannya bukan dengan beratnya.

Kedua: Tidak berupa gigi dan kuku.

Apabila telah ada dua syarat ini dalam penyembelihan, maka halal sembelihannya, baik alat tersebut berupa besi, batu, kayu atau kaca. Dikecualikan gigi dan kuku, karena  keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ

Semua yang darahnya tertumpah dan disebutkan nama Allah atasnya, maka makanlah! Bukan memakai gigi dan kuku. Saya akan sampaikan tentang hal itu. Adapun gigi maka ia adalah tulang, sedangkan Kuku maka itu adalah alat potongnya orang Habasyah.” (HR. Al Bukhari) Baca Selanjutnya…

Kalender Islam

Kumpulan Artikel

Komentar Terbaru

alfa on Bakti Seorang Ulama Buta pada…
Ummu Fathimah on Ruang Akhowat
Ummu Fathimah on Ruang Akhowat
wieti muktiningsih on Ruang Akhowat
wieti muktiningsih on Ruang Akhowat

Blog Stats

  • 1,227 hits

Isalmic Download

Salafiyyat

Tholibah.web.id